Anang Jefry Nurfalaq

Hari ini adalah hari ke sekian rumah saya belum selesai diperbaiki. Kayu-kayu penopang atap sudah banyak yang lapuk sejak beberapa bulan lalu. Hama Teter telah mempersingkat pelapukan kayu-kayu atap rumah saya.

Punya atap rumah yang lapuk membuat perasaan khawatir dapat bangkit sewaktu-waktu. Tidur dengan rasa waspada karena genting-genting bisa menimpal kepala pas lagi enak-enaknya ngimpi. Ya, meskipun tertutup plafon, justru itu yang bikin tambah degdegan.

Saat mau pergi meninggalkan rumah jadi mikir-mikir. Teringat film Spongebob yang pernah saya tonton, dan sering juga diulang-ulang sama stasiun TV itu. Dan masih tetap saya tonton juga berulang-ulang.

Di salah satu episode itu menceritakan, Tuan Krab datang ke Krusty Krab pagi-pagi. Membuka pintu dengan kunci, seperti biasanya ia lakukan. Kemudian duduk di kursi ruang kerjanya. Oh, begitu terkejutnya Tuan Krap yang menyadari bangunan Krusty Krab telah runtuh tak tersisa.

Apa jadinya bila itu terjadi pada rumah saya? Saya yang tidak sedang di rumah, ingin cepat-cepat pulang mau nonton Spongebob. Buka pintu, langsung duduk rileks di depan TV. Sambil ambil remot dan kepala menengadah ke atas. Betapa linunya gigi ini, begitu saya sadari, atap rumah lenyap begitu saja. Bagaimana saya harus bereaksi ketika itu terjadi????.!!

Mungkin saya perlu menonton kelanjutan Episode Spongebob yang diulang itu. Agar bisa meniru apa yang dilakukan Tuan Krab setelahnya.

Ditulis dan dipublikasikan oleh Anang Jefry Nurfalaq melalui @anangjefnf | 7 hari menulis Kelas Menulis Mojok #1. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *