Muhamad Ismanto

Jika takdir mengijinkan kita tua, semoga tak ada tangis di hari tuamu.

Pagi belum begitu terang, matahari pun belum selesai bangun dari tidurnya. Tapi kurasa mataku sudah terjaga, Tuhan masih mengijinkanku hidup hari ini.

Aku beranjak dari tempat tidurku, berjalan ke kamar mandi, mencuci muka dan menyikat gigi. Seperti manusia modern lainnya, pagi itu kulihat alat komunikasiku, betapa kagetnya aku saat melihat beberapa orang dan teman-temanku berwajah tua di halaman sosial mediaku.

Aku pun memastikan apa yang sedang terjadi pagi itu. Aku khawatir telah menjadi pangeran salju yang terbangun setelah tertidur bertahun-tahun, hingga aku tak menyadari jika aku telah sampai pada masa tuaku.

Setelah kupastikan semuanya, ternyata mereka sedang beramai-ramai mengikuti AgeChallenge dengan aplikasi Face App. Entah aku harus bersyukur atau bersedih melihat kejadian ini.

Aku tak menyalahkan mereka yang sedang mengikuti AgeChallenge tersebut. Tentunya mereka dengan sadar melakukannya. Segala resiko atau apa pun akibat untuk diri mereka siap mereka hadapi. Namun, sejujurnya aku tak nyaman dengan hal itu. Dalam benakku hal tersebut hanyalah ajang pamer penampilan di masa tua. Padahal waktu siapa yang tahu.

Sebenarnya aku lebih senang melihat manusia berlomba menjadi baik daripada berlomba menjadi tua.

Masalah hidup dan waktu memang siapa yang tahu. Seperti kata Sapardi Djoko Damono “Yang fana adalah waktu. Kita abadi”. Jika pun takdir mengijinkan kita hidup sampai tua, bersabarlah. Tetaplah menjadi temanku, menjadi kekasihku, menjadi saudaraku, dengan begitu kita akan menjadi tua bersama. Tak perlu terburu-buru. Nikmati saja dulu kesepian kita di kala muda, suka, duka, tangis, dan amarah. Saling berbagi dan menyayangi.

Barangkali hidup adalah doa yang panjang, maka doaku selalu ingin bersama kalian semua. Jika pun nanti kita tidak bisa bersama, tapi takdir mengijinkan kita tua, semoga tak ada tangis di hari tuamu. Segala doa baik selalu mengalir dari segala penjuru.

Ditulis dan dipublikasikan oleh Muhammad Ismanto melalui @perkarasenin | 7 hari menulis Kelas Menulis Mojok #1. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *